Anomali Suran Edaran Kemendagri

    Anomali Suran Edaran Kemendagri
    Ilustrasi

    OPINI - Ada dua hal penting yang dinegasikan oleh Surat Edaran Nomor 003/2219/SJ yang dikeluarkan Kemendagri, yang melarang makan dan minum saat halal-bihalal, jika niat utamanya sekadar untuk mencegah persebaran COVID-19. 

    Bagi saya cara pandang pemerintah terasa sangat dangkal bahkan terkesan prematur karena tidak melibatkan disiplin antropologi linguistik dan psikologi sosial sebagai penggaris.

    INFOPUBLIK.CO.ID
    market.biz.id INFOPUBLIK.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Dalam arti, jika ditarik ke dalam prespektif teori semiotika, di mana persoalan ini akan menjadi sangat teknis dan teoretis, sebagaimana kita tahu setiap teks yang dilontarkan oleh komunikator tidak bisa dipisahkan dari konteksnya. Tidak ada teks tanpa konteks.

    Teks di sini, menurut Guy Cook, merupakan semua bentuk bahasa bukan hanya kata-kata yang tercetak di lembar kertas, tetapi juga semua jenis ekspresi komunikasi, ucapan, musik, gambar, ekfek, suara, citra dan sebagainya. 

    Lebih lanjut dijelaskan, bahwa teks bersifat sistematis dan memiliki struktur yang teratur dengan elemen-elemen yang, apabila terjadi perubahan pada salah satu elemen, akan berdampak sistemik.

    Sedangkan konteks itu sendiri, meliputi situasi, baik sesuatu yang berada di luar teks maupun yang mempengaruhi pemakaian bahasa, seperti partisipan dalam bahasa dan situasi di mana teks tersebut diproduksi. 

    Artinya, bahasa sebagai piranti komunikasi lisan memiliki fungsi sosial dan bersifat dinamis. Proses komunikasi tersebut dapat berjalan lancar apabila komunikan dan komunikator sama-sama memahami konteks, baik dalam artian situasi maupun sosiokulturalnya.

    Jadi, halal bihalal sebagai teks, tentu memiliki konteks yang melekat karena kita sama-sama tahu bahwa tradisi saling mengunjungi dan bermaaf-maafan tersebut merupakan produk budaya, asli Indonesia, dan tidak dikenal di daerah lain termasuk ajaran Islam.

    KAMPAI.CO.ID
    market.biz.id KAMPAI.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Tapi, tradisi ini bukannya tidak memiliki akar yang kuat, jika dilihat dari sisi morfologi dan sintaksis dengan deep structure theory serta surface structure, halal bihalal dengan pendekatan izmar (sisipan spekulatif pada kalimat) memiliki makna thalabu halal bi thariqin halal.

    Mencari kehalalan dengan cara yang halal, mencari penyelesaian masalah atau mencari keharmonisan hubungan dengan cara mengampuni kesalahan. 

    OMBUDSMAN.CO.ID
    market.biz.id OMBUDSMAN.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Bisa juga menggunakan makna halal yujza’u bi halal, kehalalan dibalas dengan kehalalan, pembebasan kesalahan dibalas dengan pembebasan kesalahan dengan cara saling memaafkan. 

    Sehingga dari sini, halal bihalal tidak bisa dilihat dari kegiatan saling mengunjungi yang sifatnya rutinan semata, tapi ada proses yang sangat panjang di mana seseorang yang telah melalukan satu bulan puasa di bulan ramadhan harus dipungkasi dengan kegiatan saling maaf-memaafkan agar kembali menjadi bersih. Menjadi fitri. Dan ini adalah prinsip beragama masyarakat.

    Selain itu, kegiatan saling berkunjung seraya bermaaf-maafan ini tidak bisa lepas dari konteks tradisi dan budayanya; sebagaimana yang saya katakana di awal tadi bahwa ada dua hal penting yang dinegasikan oleh Surat Edaran Nomor 003/2219/SJ tersebut, yang pertama adalah falyukrim dloifahu, tentang memuliakan tamu.

    Ada orang datang berkunjung ke rumah seseorang untuk berhalal bihalal, tapi oleh pemerintah, karena alasan COVID-19, si pemilik rumah diminta untuk tidak memberi suguhan. 

    Baik berupa makan maupun minum. Padahal memuliakan tamu oleh budaya, dan ini poin yang kedua, dijabarkan dengan idiom aruh, gupuh, rengkuh, lungguh dan suguh (menyapa, menyambutnya dengan gembira, memberikan kehangatan, mempersilakan duduk, dan member sajian). 

    HUMAS.TV
    market.biz.id HUMAS.TV
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Sehingga, menurut saya, acara halal bihalal tanpa ramah tamah, tanpa makan opor dan ketupat seraya berbincang untuk mencairkan suasana dan mengais-ngais keakraban masa lalu adalah perbuatan yang tidak nJawani. Tidak Nusantarais. 

    Meskipun saya sepakat bahawa penyebaran COVID-19 harus dicegah dampaknya. Tapi, dengan melarang masyarakat untuk melakukan ini-itu, dengan alasan agar penularan COVID-19 dapat dikendalikan, bagi saya seperti merampas sesuatu yang paling berarti pada diri masyarakat.

    Begini.

    Tentu masih segar di dalam ingatan kita, beberapa tahun ini rakyat sudah menderita karena COVID-19, mungkin ada juga kerabat mereka yang mati karenanya; belum lagi, menjelang lebaran harga bahan makanan pokok melambung tinggi dan minyak goreng menjadi langka di pasaran.

    Itu semua berlangsung di saat masyarakat masih dalam proses pemulihan ekonomi. Pihak yang paling terdampak adalah masyarakat. Rakyat kecil yang secara ekonomi tidak pernah menggantungkan hidupnya dari anggaran pemerintah, tidak pernah mendapat Gaji ke-13, tidak mendapat THR—kini, ketika ada kegembiraan kecil yang hendak mereka rayakan, lagi-lagi, pemerintah membatasinya.

    Cortado steamed milk
    market.biz.id Cortado steamed milk
    9% Rp 2.300
    Beli sekarang!

    Tentu akan ada yang menyangga, bahwa semua ini dilakukan pemerintah untuk kebaikan masyarakat. Bukankah semua ini dilakukan pemerintah karena amanah konstitusi mengatakan untuk melindungi segenap bangsa Indoensia dan seluruh tumpah darah Indonesia?

    Iyo. Sak karepmu!

    Fajar SH

    Pegiat Literasi Blitar (PLB) dan Ketua Bidang Komunikasi Publik PPI (Perhimpunan Pergerakan Indonesia) Pincab Kabupaten Blitar.

    BLITAR JATIM
    Sumartono

    Sumartono

    Artikel Sebelumnya

    Bulan Ramadhan Tak Jadi Halangan Polres...

    Artikel Berikutnya

    Anggota MPR RI, Endro Hermono Sosialisasikan...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    Syafruddin Adi

    Syafruddin Adi verified

    Postingan Bulan ini: 39

    Postingan Tahun ini: 2157

    Registered: Apr 8, 2021

    Afrizal

    Afrizal verified

    Postingan Bulan ini: 33

    Postingan Tahun ini: 1663

    Registered: May 25, 2021

    Indra Gunawan

    Indra Gunawan verified

    Postingan Bulan ini: 12

    Postingan Tahun ini: 191

    Registered: Jul 11, 2020

    Wijaya

    Wijaya verified

    Postingan Bulan ini: 11

    Postingan Tahun ini: 654

    Registered: Oct 11, 2021

    Profle

    Aa Ruslan Sutisna verified

    Dua Kafilah MTQ Barru Raih Juara 1
    Paripurna DPR RI, Hasnah Syam Sampaikan Pendapat Fraksi Nasdem
    Kapolres Barru Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat Personil
    Ketua Perbasi Barru Andi Rusman Rustam Resmi Dilantik

    Rekomendasi

    Doa Lintas Agama dari Polri untuk Indonesia yang Lebih Baik 
    Hoegeng Award, Kapolri Buka Ruang Kritik Untuk Terus Lakukan Perbaikan
    Gubernur Jatim Terima Penganugrahan Pin Emas dan Penghargaan dari Kapolri
    Jaksa Agung RI Resmikan Rumah Restorative Justice di FH UNAIR
    Kasal Tinjau Bakal Lokasi Mabes AL di IKN Nusantara

    Ikuti Kami